Warna Sebagai Elemen Desain

Banyak perdebatan mengenai ada berapa banyak elemen dari desain tersebut. Tergantung dengan siapa anda berbicara ada yang bilang enam, delapan, tujuh, atau diantara enam dan sembilan. OK, karena kita berbicara mengenai desain web, maka kita sepakati saja bahwa ada delapan desain elemen. Tanpa ada urutan khususnya maka desain elemen tersebut:

Warna atau Color (Hue)

Dalam desain grafis dan desain web anda harus memperhatikan tentang penggunaan warna dalam desain anda. Hal ini dilakukan agar bisa mengatur mood yang benar, serta bisa menyampaikan rasa dan emosi yang menyenangkan yang tentunya mensupport informasi yang ingin disampaikan oleh desain yang anda ciptakan.

Sebelum kita melangkah terlalu jauh ke konsep bagaimana memilih warna yang tepat untuk mengatur mood. Coba anda perhatikan lingkaran warna dibawah ini sebagai ulasan cepat tentang warna.

Lingkaran Warna
Lingkaran Warna

Warna primer adalah: Merah, Kuning, dan Biru. Warna Sekunder adalah: Oranye, Hijau, dan Ungu. Warna sekunder dibentuk dengan menggabungkan atau mengombinasikan dua jenis warna primer yang bersebelahan. Dengan demikian dapat kita pahami bahwa warna Orange terbentuk dari gabungan warna kuning dan merah, gabungan dari warna primer kuning dan biru membuat warna hijau, demikian juga dengan kombinasi warna biru dengan merah akan menghasilkan warna ungu.

Selanjutnya jika kita kombinasikan warna primer dan warna sekunder, maka akan menghasilkan apa yang kita sebut dengan warna tertier. Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi gambar dibawah ini.

Selanjutnya ada pertanyaan untuk anda. Apa jadinya jika anda menambahkan putih terhadap warna yang sudah ada dan disebut apakah itu? Selain itu apa jadinya pula jika anda menambahkan hitam terhadap warna tersebut dan disebut apa pulalah yang demikian? Silakan dijawab dulu di komentar.

Dari semua hal diatas anda telah melihat bagaimana semua kepingan-kepingan warna tersebut bersatu padu dan indah secara bersama-sama. Selanjutnya kita berbicara tentang harmoni warna dimana orang-orang menemukan warna yang secara statis menyenangkan.

Warna Monokromatik
Warna Monokromatik

Harmoni warna pertama dan yang paling gampang untuk dimengerti adalah warna monokromatik. Monokromatik adalah adalah sebuah warna dan semua iterasinya dari putih ke hitam atau dari terang ke gelap.

Warna Berlawanan
Warna Berlawanan

Harmonisasi warna yang kedua adalah warna komplimen(oposisi) atau harmoni warna yang bertentangan atau berhadap-hadapan langsung dalam lingkaran warna. Seperti warna merah-hijau, ungu-kuning, biru-oranye dan lain-lain.

Warna Split Complimentary
Warna Split Complimentary

Selanjutnya harmonisasi warna yang ketiga disebut split complimentary. Warna split complimentary dimana kita memilih satu warna sebagai acuan atau warna utama dan dua warna selanjutnya merupakan warna dari kedua sisi yang berdekatan (kiri-kanan) warna complimentnya.

Warna Analogous-Adjacent
Warna Analogous-Adjacent

Harmonisasi warna yang keempat, analogous (adjacent). Warna analogous merupakan sepasang warna atau lebih yang kita pilih bersebelahanan langsung dalam lingkaran warna.

Warna Triad-Adjacent
Warna Triad-Adjacent

Harmonisasi warna yang kelima triad (adjcent). Warna triad adalah harmonisasi warna berupa tiga warna yang dipilih dimana jarak masing-masing warna equal atau sama satu sama lain. Contoh warna triad adalah tiga warna seperti warna: merah-biru-kuning, oranye-hijau-ungu, dan lain-lain.

Mari kita kembali ke topik dimana warna merupakan salah satu elemen dari desain dan mengapa hal ini sangat penting digunakan dalam desain anda. Ketika anda mengatur warna secara tepat bagi desain anda maka anda dapat mengatur mood atau feel dari desain anda. Jika anda memikirkan tentang warna tentunya anda sudah tahu bahwa ada beberapa warna tertentu yang secara alami telah diasosiasikan dengan feel atau mood tertentu pula. Sebagai contoh warna merah sering diasosiasikan dengan semangat pemberani, pantang menyerah. Warna hijau sering diasosiasikan dengan kerukunan atau harmoni. Warna gelap atau hitam sering diasosiasikan dengan kekuatan. Warna putih atau terang sering diasosiasikan dengan kesucian dan kemurnian dan lain sebagainya.

Meskipun asosiasi tersebut kadang kala di beberapa tempat berbeda dari apa yang anda ketahui secara umum dalam desain. Untuk itu perlu pula mengkaji banyak sedikitnya tentang filosofi warna ini dalam budaya tertentu tempat klien anda berada sehingga tidak terjadi salah pilih asosiasi warna, atau yang lebih fatal lagi terhindar dari pemilihan warna yang cukup tabu atau jarang dalam suatu desain di dalam budaya tertentu tersebut.

Ada beberapa skema warna yang umum dalam desain web. Beberapa perusahaan tertentu bahkan memiliki standar yang umum terhadap produk mereka. Seperti perusahaan pembuat kue biasanya menggunakan warna yang relatif terang, seperti pink, cokelat dan lain-lain. Sementara itu untuk kantor-kantor resmi mereka biasanya menggunakan warna yang lebih pekat dan konservatif seperti warna biru tua merah tua, kuning emas maroon dan lain-lain.

Tinggalkan Komentar