Tekstur Sebagai Elemen Desain

Elemen desain yang ketiga adalah tekstur. Jika anda menggunakannya dengan tepat dalam desain anda akan memberikan kedalaman (depth) terhadap desain tersebut. Tekstur adalah kualitas permukaan dari suatu bentuk (shape) atau garis (line). Tekstur bisa berbentuk kasar, halus, lembut, kuat, berkilau, dan lain-lain. Tekstur bisa berupa baik material organik ataupun material buatan seperti tekstur kain, kayu, kulit, nilon, batu bata dan lain-lain.

Aneka Ragam Tekstur
Aneka Ragam Tekstur

Ada banyak cara bagaimana menambahkan tekstur terhadapa desain web anda. Anda bisa saja memindai (scan) tekstur yang anda punya dan memanipulasinya dalam program pengedit foto anda seperti photoshop. Anda bahkan bisa membuat langsung tekstur tersebut dalam photoshop dengan menggunakan filter yang ada serta blending mode di photoshop tersebut. Anda juga bisa mendownload photoshop brushes plugin dan menggunakannya langsung diatas desain canvas anda. Menggunakan gambar yang gratis atau berbayar yang ada di internet, juga bisa anda lakukan untuk menambahkan tekstur ke desain web yang membutuhkannya.

Menambahkan Tekstur ke Desain
Menambahkan Tekstur ke Desain

Ada beberapa website yang bisa anda jadikan rujukan untuk mendapatkan tekstur yang anda butuhkan. Seperti Textures, Texture King, Lost and Taken, Texture Mate, dan masih banyak yang lainnya, silakan berkomentar untuk menambahkan list anda.

Salah satu alasan mengapa tekstur sangat efektif dalam web desain karena mampu memberikan ilusi kedalaman jika anda tidak menggunakan flat desain. Tekstur dapat anda gunakan dalam berbagai macam cara pada web desain anda. Tekstur bisa saja membantu meningkatkan vocal point dalam layout desain anda. Tekstur bisa saja anda gunakan sebagai sedikit dekoratif elemen desain web anda bahkan tanpa anda sadari anda telah menggunakannya, dengan kata lain tekstur masih bisa digunakan tanpa terlalu mencolok jika anda menggunakan flat desain web.

Lantas bagaimanakah caranya menggunakan tekstur di halaman web? Tekstur bisa dikombinasikan dengan bentuk (shapes), garis (lines), warna (colors), linting, dan huruf (typography). Lalu di bagian manapula anda bisa menambahkan tekstur tersebut pada desain web yang anda kerjakan? Anda bisa menggunakan tekstur pada decorative background, kepala (header) dan kaki (footer) navigation bar, sidebars atau widget, tombol, banner das, dividers desain web anda dan lain sebagainya.

Mari kita perhatikan contoh yang umum penggunaan tekstur ini dalam desain web. salah satu contoh yang paling populer dalam penggunaan tekstur adalah untuk menambahkan rasa kedalaman (sense of depth) dengan menggunakan permukaan yang berfrefleksi atau memantulkan bayangan seperti pencerminan (reflective surface).

Tekstur Reflective Surfaces
Tekstur Reflective Surfaces

Apa yang anda lihat pada gambar diatas bukanlah gambar yang bisa memantulkan bayangannya diatas cermin, tetapi gambar tersebut dibuat dengan fading gradient overlay image dan memflipnya secara vertikal sehingga kelihatan seolah-olah seperti suatu produk yang diletakkan ditas etalase yang memiliki refleksi di bawahnya. Contoh lain penggunaan tekstur yang populer di dunia desain web adalah pada banner ads. Selain itu anda bahkan bisa mengombinasikan tekstur dengan koleksi foto anda dengan menggunakan trik-trik photoshop yang anda kuasai.

Tekstur benar-benar bisa mentransformasi desain web anda dan memberikan desain layout anda kedalaman (depth) yang unik. Jika anda menerapkannya secara benar dan bijak dalam menggunakannya maka hasil desain anda akan unik serta sulit untuk dilupakan. Walaupun beberapa tahun terakhir flat desain menjadi tren khususnya di kalangan web desainer, anda tetap masih bisa bermain tekstur untuk beberapa desain situs tertentu seperti situs untuk komunitas gamers, ataupun pencinta 3D umumnya tidak mengadopsi flat desain. Jika tidak demikian anda bisa menjauh dari yang namanya tekstur jika fokus terhadap tren desain ini. Meskipun demikian tetap pelajari penggunaan tekstur yang bisa membuat desain anda bisa disebut “Next Level Design”. Lagi pula tren suatu saat akan berakhir juga.

Tinggalkan Komentar