Sekilas Tentang Estetika Desain dalam Desain Web

Dalam tulisan kali ini kita akan membahas tentang konsep nilai estetika desain yang berhubungan dengan desain web. Kita akan mengupas bagaimana element dan prinsip dari desain yang akan mempengaruhi proses mendesain website kita, serta bagaimana menerapkannya dalam proses tersebut.

Desain elemen merupakan komponen dasar dalam membuat desain apa saja apakah itu berbentuk web atau print. Sedangkan prinsip dari desain itu sendiri harus kita pertimbangkan bahkan jika kita tidak menggunakannya sekalipun. Banyak tutorial diluar sana yang hanya membahas satu key konsep saja dalam estetika desain, disini kita akan mengupas secara tuntas tentang estetika desain ini terutama hal yang bisa kita implementasikan secara langsung dalam dunia desain web (web design). Estetika dalam desain memiliki peran yang sangat penting dalam desain apapun, tidak terkecuali dalam desain web.

Sebelum kita melangkah lebih serius lagi, tahukah anda apakah estetika itu? Kenapa begitu penting untuk anda ketahui sebagai seorang desainer dalam hal ini desainer web? Disini kita akan menjelajahi tentang pertanyaan diatas, selanjutnya kita akan mencari tahu alasan mengapa kita harus memperhatikan dengan seksama tentang estetika, dimana sangatlah penting perannya dalam menghasilkan desain yang baik atau berkualitas.

Plato
Plato
Aristoteles
Aristoteles

Secara umum estetika dapat diartikan sebagai salah satu area dalam filsafat yang mencoba mengeksplorasi konsep keindahan/kecantikan yang berhubungan dengan atau terdapat dalam seni. Plato menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan estetika ini “The pleasure brought about by the quality of beauty”. Aristoteles mengatakan bahwa estetika merupakan fungsi atau manfaat dari seni dalam menciptkan pengalaman yang menyenangkan.

Alexander Baumgarten
Alexander Baumgarten

Pada tahun 1730-an seorang filsuf Alexander Baumgarten menciptakan istilah atau term aesthetics. Selain itu ia juga mengembangkan konsep “taste” atau rasa, dimana seseorang yang menilai tentang kecantikan atau keindahan suatu objek dengan menggunakan salah saru indra apakah itu penglihatan, pendengaran, sentuhan, indra perasa, atau penciuman.

Jadi estetika sangat erat kaitannya dengan keindahan atau kecantikan bahkan kita terkadang sering mempertukarkan istilah tersebut. Jadi sekarang, apa pula yang membuat sesuatu itu bisa dikatakan indah atau cantik? Bisakah kita berbeda pendapat tentang sesuatu yang berhubungan dengan kecantikan atau keindahan tersebut? Apakah kecantikan itu bisa diobjektifkan? Ambil contoh lukisan Monalisa yang dibuat oleh Leonardo Da Vinci. Seseorang dapat mengatakan kalau lukisan itu indah, yang lain mengatakan lukisan tersebut bernilai historis, atau sangat kontekstual serta komponen subjectif lainnya terhadap apa yang kita sebut dengan cantik itu sendiri.

Immanuel Kant
Immanuel Kant

Pada tahun 1870-an, Immanuel Kant seorang filsuf berkebangsaan Jerman, merevisi konsep estetika sebagai bentuk yang subjektif, dalam arti tiap orang bisa menilai dan mengapresiasi kecantikan dari sudut pandang mereka masing-masing. Ada tiga pokok pikiran yang bisa disimpulkan dari pendapatnya. Pertama kecantikan tersebut bersifat objektif, artinya tiap-tiap orang bisa saja memiliki standar mereka masing-masing terhadap objek estetik yang bisa atau tidak dikatakan cantik/indah tersebut. Dengan singkat kata dapat dikatakan jika seseorang menilai objek A indah atau cantik, bisa saja si B temannya mengatakan objek tersebut tidak cantik atau indah.

Kedua nilai kecantikan atau keindahan tersebut bisa saja berubah pada waktu dan tempat yang berbeda. Contoh nyata seperti ketika kita menilai kecantikan wanita. Waktu di kampus dulu pernah dosen saya bilang kalau perempuan Arab lebih suka sedikit lebih gemuk dari pada kurus. Kenapa demikian? Karena begitulah ukuran kecantikan menurut mereka perempuan. Artinya jika sedikit gemuk artinya perempuan tersebut merawat dirinya dengan makan secara teratur dan tidak kekurangan makanan. Sementara di barat terutama pada era 90-an kecantikan bagi perempuan dimana mereka sangat kurus bahkan dengan berat dibawah ideal, dan opini ini terutama  dikembangkan dalam dunia fashion dan modeling. Bahkan para model dibatasi makanannya, sehingga banyak diantara mereka yang menderita anoreksia. Setelah era tersebut habis menjelang milenium definisi kecantikan di barat mulai berubah. Dalam fashion atau modeling tidak lagi memaksa para model-modelnya harus slim atau krempeng, atau dari bentuk tubuh dan tinggi badan. Sudah banyak model bahkan ada yang mengalami disability, berat diatas normal dan tinggi dibawah rata-rata model yang kita kenal pada umumnya. Sekarang semuanya disesuaikan dengan apa target dari produk yang mereka jual, maka para pebisnis memilih model disesuaikan dengan target rata-rata konsumen dari produk tersebut.

Ketiga adalah keindahan atau kecantikan itu sangat tergantung dari konteks. Jika seorang wanita dirumahnya memakai piyama di malam hari, sudah pasti suaminya bilang kamu sangat cantik memakai pakaian ini. Apa jadinya jika perempuan tadi memakainya pada saat pesta? Tentunya sangat-sangat tidak tepat dan tidak bisa dikatakan indah atau cantik lagi.

Kamus The Merriem-Webster
Kamus The Merriem-Webster

Menurut Kamus Merriem-Webster Beauty atau kecantikan adalah: Beauty is  “The quality in a thing that gives pleasure to the senses or pleasurably exalts the mind or spirit”. Silahkan diterjemahkan sendiri. Dapat diambil intisarinya dimana beauty atau kecantikan tersebut bersemayam dan bergantung erat dengan kualitas dari warna, form, dan shape yang dikombinasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu bentuk yang menyenangkan bagi akal pikiran.

Tapi bagaimana dengan masalah kecantikan atau keindahan itu bersifat subjektif, bisa berubah sesuai dengan waktu dan sangat bergantung dengan konteks, bisakah suatu karya seni atau desain yang kita anggap indah sekarang akan nampak dan dianggap tidak indah lagi 100 tahun kemudian?

Dalam dunia desain grafis, estetika berhubungan erat dengan daya tarik secara visual dan kesolidan(kohesivitas) suatu karya tersebut. Ini artinya memanfaatkan satu atau dua dari elemen desain dan prinsip desain. Hal Ini akan kita bahas pada tulisan berikutnya. Desain yang baik biasanya dengan memasukkan atau menggabungkan penggunaan elemen dan prinsip desain secara tepat. selain itu desain yang baik juga sering kali mampu mengkomunikasikan mood atau feel lebih dari sekedar konten yang ada dalam desain.

Lantas sekarang mengapa sangat penting memahami estetika dalam desain web? Seperti yang anda tahu semua, sekarang era digital apalagi dengan dukungan internet yang semakin maju, ditunjang pula dengan kehadiran devices yang sudah touch enable, seperti tablet dan smartphone, sehingga estetika dalam desain web tidak semata-mata melibatkan indra visual saja, tapi sudah meluas ke pendengaran, dan sentuhan. Desain web juga membutuhkan desain yang fluid atau flexible yang dapat beradaptasi dengan berbagai ukuran layar dan peranti elektronik.

Dalam dunia seni demikian pula desain kesan pertama sangat penting. Desain yang baik akan mampu menghasilkan rasa yang positif tentang produk atau jasa tersebut. Estetika desain sering kali tanpa kita sadari dan bisa menjadi sesuatu yang sangat penting perannya sepenting kualitas non-visual lainnya.

OK kita hampir di akhir bahasan pengenalan terhadap estetika desain web ini. Sebagai renungan bagi anda:

  • Desain ada dimana-mana. Perhatikan sekitar anda apapun yang lihat dan rasakan tak terlepas dari desain.
  • Desain tersebut mempengaruhi apapun.
  • Memperhatikan dengan seksama nilai estetika akan dapat meningkatkan kualitas desain web anda.
  • Sebagai seorang desainer anda mempunyai tanggung jawab dalam menciptakan desain yang baik atau berkualitas.

Desain Elemen next chapter guys

Bagi anda yang sekolah desain sudah pasti diperkenalkan dengan desain elemen serta prinsip dari desain. Konsep ini menjadi pegangan dan sudah seharusnya anda terapkan dalam menciptakan suatu desain yang memiliki nilai estetik yang tinggi dan unik alias berbeda dengan karya desain pada umumnya.

Jadi apakah itu elemen dari desain? Singkat kata, mereka adalah bagian-bagian atau komponen-komponen dalam suatu desain yang sudah seharusnya diperhatikan ketika menciptakan desain apapun. Sementara itu prinsip desain adalah kaidah atau aturan, yang seharusnya anda pertimbangkan bahkan jikalau pun anda berakhir tidak menggunakannya. Jadi dalam menciptakan desain yang berkualitas dimana kita punya seperangkat kaidah dan elemen-elemen desain yang ada patuh dan tunduk terhadap kaidah-kaidah tersebut.

Jadi ada berapa berapa elemen dari desain guys?

Tinggalkan Komentar